Pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan – Bukan Penerima Upah (BPU) di KIOSBANK

Siapa saja yang dapat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan – Bukan Penerima Upah (BPU)?
Peserta adalah pengusaha mandiri ataupun pekerja sektor informal dengan usia maksimal 55 tahun, seperti : Pemilik Loket PPOB, Petugas Loket PPOB, Nelayan, Petani, Pekerja Lepas Harian, Tukang Parkir, Loper Koran, Porter, Supir Angkutan Umum, Ojek Motor, Artis, Dokter, Atlit, Pedagang Pasar, Pedagang Keliling, Pemilik warung, dll.

1. Produk Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) — wajib diikuti peserta

a. Biaya Iuran : 1% dari Penghasilan atau minimum UMR/UMK setempat.

b. Keuntungan

  • Gratis biaya perawatan rumah sakit sampai sembuh (TANPA PLAFON/LEBIH BAIK daripada BPJS Kesehatan) & mendapat penggantian upah Sementara Tidak Mampu Bekerja.
  • Berlaku sejak berangkat bekerja, selama bekerja, dan sampai dengan kembali lagi ke rumah.
  • Jika kecelakaan menyebabkan kematian, ahli waris berhak mendapatkan 48x gaji terdaftar & santunan berkala selama 2 tahun sebesar Rp. 200.000,-/bulan.
  • Saat mengalami cacat sebagian/total tetap karena kecelakaan, mendapat santunan cacat dan masih ditambah akan diikutsertakan dalam program pelatihan ketrampilan baru, agar tidak kehilangan mata pencahariannya.

 

2. Produk Jaminan Kematian (JK)  — wajib diikuti peserta

a. Biaya : Rp. 6.800,-

b. Keuntungan : Ahli waris mendapatkan santunan sebesar Rp. 24 juta untuk resiko meninggal dunia yang tidak ada kaitannya dengan kecelekaan kerja, hanya dengan membayar 6 ribuan saja/bulan.

 

3. Produk Jaminan Hari Tua (JHT)  — TIDAK wajib diikuti peserta

a. Biaya Iuran : 2% (minimal) dari penghasilan atau minimum UMR/UMK setempat.

b. Keuntungan : Menerima kepastian simpanan di hari tua, disaat tidak lagi dapat bekerja atau masih dapat bekerja

* Dikutip dan disarikan dari situs resmi BPJSTK : http://www.bpjsketenagakerjaan.go.id & sumber-sumber lainnya.

 

SIMULASI PERHITUNGAN IURAN BULANAN BPJSTK – BPU :

a. Untuk Pekerja dengan penghasilan lebih besar daripada UMR/UMK.

Contoh : Bapak Saidi berusia 35 tahun tinggal di Kota Semarang. Pada siang hari bekerja sebagai buruh serabutan dan di malam hari menjadi pedagang sate keliling. Penghasilan yang diperoleh dalam sebulan sebesar Rp. 2.000.000,-. Upah Minimum Kota (UMK) Kota Semarang tahun 2015 adalah Rp. 1.685.000,-

Jika Pak Saidi mengikuti ketiga program, maka perhitungan Iuran BPJSTK Perbulannya adalah :

  • JKK : Rp. 2 jt x 1% = Rp. 20.000,-
  • JK : Rp. 6.800,-
  • JHT : Rp. 2jt x 2% = Rp. 40.000,-

TOTAL IURAN/BULAN = Rp. 66.800,-

Jika Pak Saidi memutuskan hanya mengikuti program wajib saja (JKK+JK), maka iuran per bulannya hanya sebesar : Rp. 26.800,-.

 

b. Untuk Pekerja dengan penghasilan dibawah UMR/UMK.

Contoh :Jeng Narsih adalah pedagang jamu keliling dengan kisaran penghasilan per bulan sekitar Rp. 700.000,-. Jeng Narsih ingin menjadi peserta BPJSTK-BPU dan saat ini menetap di Kota Klaten. UMK Klaten pada tahun 2015 adalah sebesar Rp. 1.170.000,-.

Jika Jeng Narsih memutuskan untuk mengikuti ketiga program yang ada, maka Iuran yang harus dibayar perbulannya adalah :

  • JKK : Rp. 1.170.000 x 1% = Rp. 11.700,-
  • JK : Rp. 6.800,-
  • JHT : Rp. 1.170.000 x 2% = Rp. 23.400,-

TOTAL IURAN/BULAN = Rp. 41.900,-

Jika Jeng Narsih memutuskan hanya mengikuti program wajib saja (JKK+JK), maka iuran per bulannya hanya sebesar : Rp. 18.500,-.

Manfaat apa saja yang diperoleh dari BPJS TK (BPU)

  • Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), terdiri dari biaya pengangkutan tenaga kerja yang mengalami kecelakaan kerja, biaya perawatan medis, biaya rehabilitasi, penggantian upah Sementara Tidak Mampu Bekerja (STMB), santunan cacat tetap sebagian, santunan cacat total tetap, santunan kematian (sesuai label), biaya pemakaman, santunan berkala bagi yang meninggal dunia dan cacat total tetap
  • Jaminan Kematian (JK), terdiri dari biaya pemakaman dan santunan berkala
  • Jaminan Hari Tua (JHT), terdiri dari keseluruhan iuran yang telah disetor, beserta hasil pengembangannya
  • Saat pekerja meninggal bukan karena kecelakaan kerja, akan mendapat tambahan beasiswa pendidikan anak sebesar 12 juta. Jika masa kepesertaannya lebih dari 5 tahun

Cara claim BPJS TK

Untuk claim BPJS TK dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu dengan cara online melalui website BPJS TK sendiri, ataupun dengan langsung datang ke kantor BPJS TK terdekat. Jika claim ke kantor BPJS terdekat maka ada beberapa dokumen yang harus dipersiapkan dahulu, berikut adalah dokumen – dokumen yg perlu dipersiapkan

  • Kartu Keluarga (KK) asli + fotocopy
  • Kartu identitas diri KTP/SIM asli + fotocopy
  • Surat keterangan berhenti bekerja (Surat Paklaring/Referensi) asli + fotocopy
  • Kartu Peserta Jamsostek (BPJS) asli
  • Buku tabungan atas nama peserta pribadi + fotocopy, bila pembayaran dana yang dikehendaki, dilakukan via transfer bank. Tidak boleh menggunakan buku tabungan orang lain—termasuk anggota keluarga.
  • Surat keterangan kehilangan dari kepolisian. Bila kartu peserta kalian hilang.

 

Catatan :

  • Nominal berdasarkan tabel dasar upah yang dapat di download di sini
  • Mohon diingat, bahwa besaran santunan kematian yang diakibatkan oleh kecelakaan kerja adalah 48x dari penghasilan yang didaftarkan. Jadi besarnya santunan yang akan diterima oleh ahli waris ditentukan dari besarnya jumlah penghasilan yang akan didaftarkan dalam kepesertaan BPJSTK – BPU ini.
  • Dengan nilai Iuran yang sangat terjangkau, mari segera kita amankan masa depan keluarga kita dengan mendaftarkan diri menjadi peserta BPJSTK – BPU hari ini juga.

Perhitungan diatas hanya simulasi, belum termasuk biaya admin loket. Perubahan biaya iuran dapat terjadi sesuai dengan kebijakan pemerintah.Untuk keterangan lebih lanjut, dapat menghubungi Call Center BPJS Ketenagakerjaan di : 1500910.

Ayo daftarkan diri Anda Sekarang di KIOSBANK
Kerja Tenang, Keluarga Aman

Close